Senin, 05 Desember 2016




KOREA TRIP 
Mengurus VISA Korea Selatan Untuk yang Belum Bekerja Ataupun Untuk yang Menang Kompetisi.
                Sebelum saya masuk ke inti dari konten blog saya kali ini, saya ingin menceritakan latar belakang kenapa saya butuh VISA untuk ke Korea. Menyambung dari konten sebelumnya, bahwa saya dapat kesempatan jalan-jalan ke Korea gratis karena menang kompetisi dari KTO. Dari sini mulailah bermunculan masalah yang nggak terduga, karena ini baru pertama kali saya keluar negeri, tanpa persiapan apa-apa, dan sedikit mendadak. Saya akan beri sedikit gambaran kronologi waktunya saja ya, supaya nggak rancu.
                Pengumuman pemenang dari KTO tepatnya tanggal 4 November 2016 hari Jumat, dengan hebohnya saya langsung menghubungi pihak KTO melalui email. Setelah selesai menanyakan beberapa hal terkait hadiah ini, kita nggak sadar kalau waktu sudah masuk sore hari. Oh, ngomog-ngomog kompetisi ini menyediakan 2 tiket gratis ke Korea, berhubung keluarga saya tidak ada yang bisa ikut waktu itu jadi saya mengajak teman dekat yang tinggal sekos dengan saya. Sore itu juga kita mulai mencari tahu tentang pembuatan VISA Korea Selatan dari berbagai blog, maklum karena pembuatan VISA nya kita sendiri yang mengurus. Berhubung hari itu hari Jumat maka kita masih ada waktu dua hari untuk menyiapkan segala sesuatunya termasuk itinerary ke Korea. Hari minggu tanggal 6 November, kita langsung membuat daftar hal-hal yang diperlukan untuk pembuatan VISA, untuk daftar lengkap persayaratan dokumen pembuatan VISA Korea Selatan dan biaya pembuatannya bisa dilihat di website kedutaan besar Korea ya (link persyaratan visa). Dokumen yang diperlukan berbeda-beda ya, tergantung keperluan kita mengunjungi Korea. Karena saya akan berwisata maka saya hanya menjelaskan keperluan untuk wisata. Untuk jam pelayan pengajuan VISA mulai dari 09.00 – 11.30 WIB. Sedangkan untuk pengambilan VISA 13.30 – 16.30. Lama proses pemuatannyaempat hari paling cepat, namun bisa juga lama tergantung kelangkapan dokumen. Biaya pembuatan VISA Korea ini sebesar 544.000 rupiah untuk single VISA. Saya akan menjelaskan satu-satu dari proses yang saya alami selama mendaftar VISA Korea ini ya.
1.       Paspor asli dan photocopy paspor (beserta cap-cap negara yan telah dikunjungi)
Paspor asli nanti akan diberikan dikedutaan, dan photocopy cap-cap negara di paspor ini berdasarkan yang saya baca di blog-blog lain dan info dari beberapa teman hal ini bertujuan untuk melihat track record kita pergi ke luar negeri. Menurut info sih, lebih banyak negara yang dikunjungi maka kesempatan VISA diterima lebih besar.
2.       Formulir Apikasi VISA (dengan pas foto 3.5X4.5)
Formulir aplikasi VISA bisa di download dari website kedutaan Korea yang saya beri di atas ya. Untuk jaga-jaga sih saya biasa menyiapkan semua berkas dengan dua rangkap. Foto dengan ukuran langka tersebut, sebenernya saya mau inisiatif untuk menggunting saja foto 4X6 saya jadi ukuran tersebut, tapi karena waktu masih bnyak jadi saya pikir tidak ada salahnya cetak lagi.
3.       Kartu Keluarga atau dokumen yang membuktikan hubungan kekeluargaan
Saya membawa KK asli beserta fotokopinya lalu saya bawa juga akta kelahiran saya, sebenarnya tidak terlalu perlu karena KK saja sudah cukup.
4.       Surat Keterangan Kerja atau SIUP tempat bekerja
Berhubung saya belum bekerja jadi tidak dicantumkan.
5.       Surat Keterangan Mahasiswa/Pelajar.
Untuk keperluan pertukaran pelajar/beasiswa asing sudah pasti butuh surat ini. Untuk kasus saya yang masih baru lulus dan masih belum bekerja A.K.A pengangguran, saya mencantumkan fotokopi ijazah saya, dan mas-mas penjaga loketnya juga minta waktu itu, buat yang statusnya sama seperti saya bawa saja untuk jaga-jaga.
6.       Fotokopi Bukti Keuangan
Ini adalah hal yang paling ribet buat saya, yang status pekerjaannya masih belum jelas. Saya mau cerita sedikit mengenai ini, khusus untuk yang akan berangkat ke Korea karena menang kompetisi seperti saya dan belum bekerja, plus pembuatan VISA harus diurus sendiri, saya sarankan dengan sangat sebisa mungkin mintalah invitation letter atau surat undangan dari pihak penyelenggara yang menyatakan jika kamu adalah pemenang kompetisi dan semua biaya pejalanan akan ditanggung oleh pihak penyelenggara. Saya sampai tiga kali bolak-balik kedutaan gara-gara pihak penyelenggara tidak memberikan invitation letter ini, menurut petugas di loket pelayanan VISA sudah banyak orang yang menang kompetisi seperti ini tapi batal berangkat karena tidak ada invitation letter dari penyelenggara. Jadi sekali lagi saya ingatkan mintalah surat tersebut pada penyelenggra, menurut saya sendiri sih dengan adanya surat undangan ini kamu bahkan bisa saja tidak perlu mencantumkan bukti keuanganmu. Kembali ke kasus saya, dengan paniknya karena pihak penyelenggara tidak bisa menyediakan surat undangan dan waktu sudah mepet sekali, saya langsung putar otak, setelah tanya sana sini dan baca blog lagi, akhirnya saya putuskan untuk membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa orang tua saya sebagai sponsor pemberi dana keberangkatan saya ke Korea dengan harapan saya bisa berangat ke Korea walau tanpa invitation letter. Berikut beberapa  bukti keuangan yang diperlukan:
·         Surat Pajak Tahunan (SPT PPH-21)
Saya mencantumkan SPT milik orang tua saya karena saya belum punya SPT sendiri, untuk yang belum tau SPT seperti apa, jadi nanti dalam SPT ada beberapa berkas, nah yang dibutuhkan adalah berkas nomor 7021, itu saja yang di fotokopi.
·         Rekening koran tiga bulan dan surat referensi bank
Untuk rekening koran, saya mencantumkan rekening koran saya dan orangtua saya sebagai sponsor. Sepertinya tidak harus mencantumkan rekening koran orangtua, hal ini karena track record rekening saya yang jelek banget, sampai saya disuruh mencamtunkan kepunyaan orangtua. Untuk biaya cetak rekening koran di BNI ini sebesar 5000 rupiah perlembar.
Untuk surat referensi bank, kebetulan saya menggunakan bank BNI, ini salah satu dokumen yang lumayan ribet durus. Singkatnya, untuk mengurus SKB ini perlu waktu operasional setidaknya 3 hari, dan di beberapa bank hanya menerima pembuatan SKB di tempat anda membuka rekening bank tersebut. Awalnya saya sempat ditolak membuat SKB di salah satu kantor cabang BNI di Bogor karena rekening yang saya gunakan adalah rekening yang saya buat di Jawa Timur, kampung halaman saya. Namun setelah 2 kali datang ke cabang BNI dan bertemu customer service, dan mbak-mbak CS yang satu ini lebih pintar dari sebelumnya, setelah menanyakan ke kantor pusat BNI Bogor ternyata BNI bisa melayani pembuatan SKB dimana saja, namun akan dicharge sebesar 50.000 rupiah. Di BNI pembuatan SKB ini lumayan mahal yaitu 200.000 rupiah ditambah dengan biaya tambahan tadi jadi totalnya sebesar 250.000 rupiah, sedangkan teman saya yang mengurus di BRI hanya menghabiskan biaya sebesar 165.000 rupiah sudah termasuk cetak rekening koran selama tiga bulan. Untuk mereka yang butuh surat referensi bank dengan cepat, saya sarankan agar datang ke kantor pusat BANK tersebut. Pengalaman saya di BNI, karena terdesak waktu jadi saya datang langsung ke kantor pusat BNI yang ada di dekat Kebun Raya, dan SKB bisa jadi hari itu juga bahkan tidak sampai sejam. Hal ini karena di kantor pusat ada banyak pimpinan cabang yang bisa menandatangani SKB saya saat itu juga.
                Setelah dokumen tersebut terkumpul, satu hal yang penting disini adalah membuat surat pernyataan. Saya disini membuat dua surat pernyataan, pertama menyatakan bahwa saya belum mempunyai surat-surat seperti SPT, SIUP karena belum bekerja, dan yang kedua surat pernyataan dari orang tua saya yang menyatakan bahwa keberangkatan saya ke Korea akan dibiayai oleh orangtua. Bagi yang butuh contoh surat pernyataan pembuatan VISA Korea Selatan, bisa googling saja karena sudah banyak yang mengupload contoh suratnya, atau bisa menghbungi saya via medsos atau komen di blog ini, mungkin saya bisa sedikit membantu memberi saran.
                Kembali ke permasalahan saya ya, saya baru selesai mengumpulkan dokumen secara lengkap, setelah tiga kali bolak-balik kedutaan karena masalah invitation letter, pada tanggal 13 November hari Minggu, jadi saya baru mengumpulkan berkasnya pada tanggal 14 November hari Senin sedangkan jadwal keberangkatan tanggal 20 November. Setelah mengumpulkan berkas petugas akan memberi kita tand terima dilengkapi dengan nomor aplikasi, jangan sampai hilang ya guys. Kita awalnya sudah pesimis karena waktunya mepet sekali, tapi tanggal 18 November kita cek status VISA kita, ternyata sudah approved, jadi ya langsung kita hari itu juga ke kedutaan untuk mengambil VISA kita dengan membawa tanda terima tadi.
                Tidak lama pihak KTO menghubungi kita dan menanyakan soal status VISA kita, setelah saya memberikan detailnya dengan sigap mereka langsung memberikan respon bahwa kita bisa berangkat hari itu juga. Kita yang bahagia nggak ketulungan akhirnya langsung bersiap-siap menyusul VISA dan packing barang karena jadwal keberangkatan kita dimajukann tanggal 19 November 2016. Jangan lupa baca juga kegiatan kita di Korea bersa KTO ya.
                Maaf jika tulisan ini kurang informatif karena saya baru belajar membuat blog, semoga bisa bermanfaat. Thank you so much for today, and for those who give a little break in her/his activity to read my blog 나는 많은 감사의 말씀 (google translate it), Annyeong.




               






               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar